Vaksin Pfizer: Pengertian, Asal Dan Efek Sampingnya

vaksin pfizer

Vaksin Pfizer – Setelah hampir setahun Virus Corona atau Covid19 mewabah di Indonesia, kini vaksin yang dinanti-nantikan sejak lama akhirnya telah tiba. Dari berita yang beredar, vaksin-vaksin tersebut nantinya akan diberikan secara gratis dan disebarluaskan ke seluruh masyarakat Indonesia secara bertahap.

Adapun salah satu jenis vaksin yang digunakan oleh pemerintah adalah vaksin Pfizer. Lalu apakah Vaksin Pfizer itu aman untuk tubuh manusia?

Apa itu Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer merupakan salah satu dari 6 jenis vaksin covid yang digunakan oleh Kementrian Kesehatan RI. Sama halnya dengan vaksin jenis Moderna, vaksin Pfizer menggunakan teknologi dari messenger RNA atau m-RNA. Jenis vaksin ini adalah vaksin yang dibuat dengan menggunakan materi genetic virus. Materi tersebut akan digunakan sel tubuh untuk mengubah instruksi yang ada dalam DNA tersebut menjadi protein penting bagi hidup m-RNA. Nantinya vaksin Pfizer akan disuntikkan ke tubuh manusia agar bereaksi melatih sel-sel protein dan menghasilkan antibody untuk mencegah dan melawan penyakit yang ditargetkan.

Metode yang digunakan untuk mengembangkan vaksin ini masih tergolong baru. Sebab sebelumnya, masih belum ada jenis vaksin yang dibuat atau dikembangkan menggunakan metode ini dengan persetujuan regulator. Vaksin Pfizer m-RNA memanfaatkan teknologi rekayasa genetika yang digunakan untuk mengambil genom. Nah genom pada RNA virus inilah yang nantinya akan menjadi protein spike dari virus Covid19.

Mengapa demikian? Alasannya karena protein spike ini merupakan jalur masuk virus agar dapat menempel dan kemudian menginfeksi sel tubuh manusia. Sehingga vaksin Pfizer tidak berisi virus secara utuh, melainkan hanya berupa potongan RNA virus yang didalamnya berisi informasi protein spik dari virus Covid19.

Teknologi yang digunakan untuk pengembangan vaksin ini juga belum banyak diuji. Dan pengujiannya sampai saat ini masih dalam tahap uji klinis. Vaksin jenis Pfizer juga harus selalu disimpan dalam ruangan dengan suhu yang sangat dingin, yakni sekitar minus 70 hingga 80 derajat celcius. Penyimpanan ini berlaku mulai beberapa hari sebelum vaksin disuntikkan ke tubuh pasien.

Vaksin Pfizer merupakan vaksin covid-19 yang dijagokan oleh pendiri Microsoft yaitu Bil Gates. Vaksin yang menggunakan teknologi rekayasa genetika untuk melihat genom RNA virus ini diklaim perusahaan farmasi terbesar di Amerika 90% efektif dalam mencegah penularan Covid-19. Vaksin Pfizer sendiri merupakan besutan terbaru yang bekerja sama dengan perusahaan BioNTech dari Jerman. BioNTech didirikan oleh sepasang suami istri yaitu Dokter Ozlem Tureci dan Dokter Ugur Sahin.

Dua orang ini disebut sebagai otak pertama yang membuat vaksin Pfizer berhasil diproduksi. Awalnya Perusahaan BioNTech ini didirikan untuk menemukan berbagai metode dalam terapi imun melawan kanker pada tahun 2008. Dan salah satu yayasan yang mendanai perusahaan ini adalah Bill & Melinda Gates Foundation.

Asal Mula Vaksin Pfizer

Sejarah awal dibuatnya vaksin Pfizer ini bermula ketika pada Januari 2020 lalu Dokter sahin membaca sebuah jurnal tentang virus corona yang menyebar di Wuhan China. Kemudian ia meneliti dan menemukan bahwa obat m-RNA yang anti kanker ternyata bisa menjadi basis utama yang digunakan untuk membuat vaksin virus corona. Dan saat itu pula perusahaan BioNTech mulai mengembangkan vaksin tersebut dengan mengerahkan tim yang terdiri dari 500 orang. Tak membutuhkan waktu lama, perusahaan obat China yang bernama Fosun akhirnya bergabung menjadi mitra BioNTech.

Hasil dari trial Pfizer, vaksin ini mampu memicu tubuh untuk menghasilkan antibody dalam melawan Covid-19 dengan tingkat efektivitas sebanyak 90%. Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia ini tidak menyebabkan rasa sakit, namun mengajari imun untuk memberikan respon perlawanan. Selain itu, m-RNA yang digunakan disuktikkan dengan kode genetic virus membuat tubuh menghasilkan protein yang akan merangsang respons imun.

Efek Samping Vaksin Pfizer

Dari beberapa relawan yang telah disuntik menggunakan vaksin ini memberikan pernyataan bahwa efek samping yang dihasilkan dari Pfizer cukup ringan pada suntikan pertama. Diantaranya seperti nyeri otot (mirip vaksin flu), demam, pengar hingga sakit kepala. Dan efek tersebut tampak meningkat setelah penyuntikan pada tahap ke dua.

Nah itulah infomasi seputar vaksin Pfizer yang nantinya akan diterima oleh masyarakat termasuk anda. Karena jumlah penduduk di Indonesia sangatlah banyak, tentunya vaksin tersebut tidak bisa diberikan dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, sambil menunggu tetaplah terus untuk mematuhi protocol kesehatan dengan melakukan 3M (mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak).

Jika anda merasakan tanda-tanda yang mungkin mirip dengan gejala Covid-19 maka segeralah berkonsultasi pada dokter menggunakan aplikasi kesehatan Halodoc. Halodoc merupakan salah satu tempat yang bisa anda gunakan untuk berkonsultasi masalah kesehatan dengan sistem online. Tentunya dengan adanya aplikasi ini anda lebih dimudahkan untuk mengakses layanan kesehatan secara cepat. Selain itu dengan melakukan konsultasi kesehatan secara online, anda juga akan merasa lebih aman karena tidak menularkan sakit pada orang lain.

Tinggalkan komentar